Pemerintah Thailand mengaku terus mengawasi perkembangan krisis Rohingya dengan ketat. Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi oleh pihak Kementerian Luar Negeri Thailand. Selain itu, Otoritas Negeri Gajah Putih juga menyatakan akan segera mengirim bantuan ke Myanmar dan Bangladesh.
"Thailand memberi perhatian penuh terhadap perkembangan situasi di Negara Bagian Rakhine. Pemerintah Kerajaan Thailand selalu menaruh perhatian besar untuk memberikan perawatan dan perlindungan kepada orang-orang Rohingya," tulis keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Thailand.
Sebagaimana dinukil dari Reuters, Senin (2/10/2017), terdapat sekira 10 ribu orang Rohingya yang tinggal di kamp-kamp pengungsian yang dibangung di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar. Penyataan ini dikeluarkan Pemerintah Thailand sebagai respons dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh beberapa kelompok hak asasi manusia mengenai posisi Thailand dalam kerusuhan di Rakhine.
Pemerintah Thailand menyatakan, sepenuhnya mendukung sikap ASEAN yang mengecam kekerasan terhadap warga Rohingya. Pada pekan lalu, Badan Amnesti Internasional juga telah menghimbau Thailand untuk berhenti mengusir pengungsi Rohingya kembali ke laut karena khawatir akan memicu gelombang baru manusia perahu.
Thailand sendiri diketahui merupakan rute transit yang populer baik melalui rute darat atau laut. Namun pada 2015 terjadi pembrontakan polisi yang menyebabkan kapal-kapal imigran terombang-ambing di laut. Sementara itu, pada Agustus, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa pemerintahnya siap menerima orang-orang melarikan diri dari Myanmar dan mengirim mereka kembali ketika para pengungsi lebih siap.
Namun kontras dengan pernyataan PM Ocha tersebut, Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC), sebuah unit militer yang menangani keamanan nasional Thailand, baru-baru ini justru mengatakan bahwa pihaknya akan terus mencegah pengungsi dari Rakhine State memasuki Thailand.
(rav)
"Thailand memberi perhatian penuh terhadap perkembangan situasi di Negara Bagian Rakhine. Pemerintah Kerajaan Thailand selalu menaruh perhatian besar untuk memberikan perawatan dan perlindungan kepada orang-orang Rohingya," tulis keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Thailand.
Sebagaimana dinukil dari Reuters, Senin (2/10/2017), terdapat sekira 10 ribu orang Rohingya yang tinggal di kamp-kamp pengungsian yang dibangung di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar. Penyataan ini dikeluarkan Pemerintah Thailand sebagai respons dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh beberapa kelompok hak asasi manusia mengenai posisi Thailand dalam kerusuhan di Rakhine.
Pemerintah Thailand menyatakan, sepenuhnya mendukung sikap ASEAN yang mengecam kekerasan terhadap warga Rohingya. Pada pekan lalu, Badan Amnesti Internasional juga telah menghimbau Thailand untuk berhenti mengusir pengungsi Rohingya kembali ke laut karena khawatir akan memicu gelombang baru manusia perahu.
Thailand sendiri diketahui merupakan rute transit yang populer baik melalui rute darat atau laut. Namun pada 2015 terjadi pembrontakan polisi yang menyebabkan kapal-kapal imigran terombang-ambing di laut. Sementara itu, pada Agustus, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa pemerintahnya siap menerima orang-orang melarikan diri dari Myanmar dan mengirim mereka kembali ketika para pengungsi lebih siap.
Namun kontras dengan pernyataan PM Ocha tersebut, Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC), sebuah unit militer yang menangani keamanan nasional Thailand, baru-baru ini justru mengatakan bahwa pihaknya akan terus mencegah pengungsi dari Rakhine State memasuki Thailand.
(rav)
Sumber : Okezone.com


