Emily Ball adalah seorang peternak domba.
Anak perempuan berusia enam tahun asal Yarra Valley, Melbourne sudah memiliki 25 ekor dari 300 ekor domba milik keluargnya.
Peternakan kecil menjadi, seperti yang dicontohkan para pakar, cara terbaik mengajarkan anak-anak soal keuangan.
Tapi tidak semua hewan ternak Emily untuk tujuan bisnis. Ia memiliki domba kesayangan, yang diberinya nama Dora. Dora sering mendatangi Emily di rerumputan untuk mendapat belaian.
"Rambutnya terasa keriting dan aneh."
Pertanian untuk kesenangan dan keuntungan
Ayah Emily, Daniel, mengatakan bahwa bisnis peternakan putrinya diimulai saat dia dan saudara perempuannya, Sophie, memecahkan celengan mereka untuk membeli beberapa anak sapi.
"Saya berkata kepada mereka, \'Saya akan membeli beberapa sapi, ada yang mau?\', Dan mereka menjawab iya, jadi saya membelikan mereka satu ekor sapi untuk masing-masing."
Mereka menjual kembali sapi di pasar setahun sebelumnya, masing-masing anak perempuan menghasilkan keuntungan $860, hampir Rp 9 juta.
Sophie memutuskan untuk ditabung, tapi Emily meminta ayahnya untuk membeli beberapa ekor domba dengan uangnya."
"Dia menghabiskan $500, lebih Rp 5 juta, untuk membeli 10 anak domba dari saya," kata Daniel.
10 domba telah menjadi 15 ekor domba sejak saat itu.
"Jika mereka menjual masing-masing $100, lebih dari Rp 1 juta per ekor, masing-masing, mereka akan menghasilkan $1.500, senilai lebih dari Rp 15 juta, jadi dia akan menutupi pengeluarannya dan menghasilkan keuntungan $1.000, lebih dari Rp 10 juta."
Daniel mengatakan ia tidak akan menanggung kerugian Emily.
"Jika salah satu dombanya alami sesuatu, ya, ia harus mengerti bahwa tidak akan menghasilkan uang, terkadang kita merugi."
Pakar: Jangan bayar anak
Daniel mengatakan ia termotivasi untuk mengajar kedua anaknya soal bisnis, karena "sekolah pada umumnya tidak mengajarinya".
"Mereka tidak mengajari Anda cara berinvestasi dan menghasilkan uang," katanya.
Pakar keuangan Scott Pape dari Barefoot Investor setuju. Ia mengatakan jika Anda ingin anak Anda paham finansial, "jangan berharap sekolah melakukannya untuk Anda".
"Benar-benar tidak ada pelajaran sistematis soal pemahaman finansial dalam kurikulum inti," katanya kepada Rafael Friedrichstein dari Radio ABC Radio Melbourne.
Pape juga memperingatkan agar tidak memberi anak-anak uang saat membantu melakukan pekerjaan rumah tangga.
"Pandangan saya, anak-anak harus benar-benar melakukan pekerjaan karena menjadi bagian dari keluarga, jadi mereka harus bantu mengeluarkan piring dari mesin cuci, kemudian diperbolehkan makan."
Sumber : Tribunnews.com


